pagi disambut dengan hujan,
hari selasa pertengahan februari 2016 dan aku menjalani rutinitasku seperti biasa "yes" ngantor
masih dikantor after kantor pertamaku fressgraduate 3 tahun lalu.
aku seperti terdampar dipulau biasa setelah berlayar di surga lautan.
yang mentakdirkanku bertemu dengannya,
aku masih bingung dan berusaha melupakan dan membuang jauh pikiran ini.
aku bukan remaja lagi dan bukan masanya aku labil seperti anak SMA yang memuja cinta
yang menangisi cinta, aaaahhh seperti ingin hilang ingatan saja aku ini.
dia dengan kesederhanaannya, kepolosannya, ketidak tahuannya, segala hal kekonyolannya
seperti magic yang mampu mengubah setiap hal menjadi menyenangkan.
entahlah, semakin lama aku semakin terlihat bodoh sendiri.
aku seorang yang tidak bisa menyembunyikan hal sekecil apapun untuk aku simpan.
apalagi perasaan ini, rasanya aku memiliki beban yang ingin sekali aku muntahkan
bahkan dia terlihat seperti tidak apa-apa dibalik kebimbanganku.
entahlah, apakah dia berpura-pura saja, atau ini trik untuk mengalihkan fokusnya.
dan rasanya aku ingin sekali dia menegurku dalam setiap hal, dengan tegurannya yang ketus sekalipun "dan aku merasa itu bermakna lain"
dan kemudian aku meresponnya dengan bahasa yang mungkin membuatnya kesal
"itu hal yang menyenangkan sekali untuku lakukan"
mungkin menahan diri untuk tidak berkomunikasi denganya itu hal yang tepat
tapi itu justru akan membuatku semakin tidak tenang dan berkali-kali membuatku mengecek
chat history ku denganya, tidak jarang terkadang aku mencari alasan agar aku bisa membuka obrolan dengannya, hal yang membuatnya kesal sekalipun. namun sebenarnya dalam hatiku ingin memberitahunya "ini bermakna lain"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar