hanya Allah yang tau pasti apa yang hambanya rasakan,
karena itu tidak semua orang mampu memaknai rasa sayang, kebaikan yang sebenarnya, bahkan orang yang sedarah sekalipun. Seorang anak yang dibesarkan dengan kekerasan tetap memiliki motivasi baik dalam dirinya. Bahkan ia tidak menyimpan rasa benci maupun dendam sedikit pun, ia masih menyanyangi orang-orang disekelilingnya.
Di dalam hatinya ia tetap selalu berusaha mencapai prestasi agar membanggakan orang-orang disekelilingnya, tapi yang ia dapat tidak seperti apa yang ia harapkan, justru berkali-kali ia dibilang orang yang selalu mereportkan, dan selalu tidak mendengar nasihat, anak durhaka, anak yang tidak memiliki ahlak, anak yang sok, dan cacian-cacian lain yang sering kali ia dapatkan.
Lalu apa yang anak itu lakukan selama 20 tahun, ia bersabar, ia berdoa, ia tetap semangat untuk membangun hidupnya semandiri mungkin, menempuh pendidikan setinggi mungkin, agar orang-orang yang ia sayangi bangga padanya.
dan sekarang anak itu sudah terlalu lelah, anak itu hanya ingin kehidupan yang damai dan tentram, tanpa hujatan dan makian, dalam hatinya sebenarnya ia berteriak dan menangis, ia lelah dan tidak tau harus bersandar dimana lagi tanpa harus berbagi rasa sakit yang ia rasakan.