Kamis pagi, 18 Februari 2016.
iya pagi yang cerah, dan aku berangkat kantor seperti biasa, setiba di meja kerjaku aku merasa aura pagi ini berbeda dari hari sebelumnya, mungkin karena si Big Operasional Manager yang terhormat sedang perdin keluar kota untuk beberapa hari, haah rasanya ingin seperti ini terus, mungkin suasana kantor akan lebih baik, atleast ada alasan untuku untuk tetap semangat berangkat ngantor.
Berbicara hari ini, aku semalam memimpikanya, mimpi yang samar tapi aku melihatnya dengan begitu jelas, di dalam mimpi aku berjalan dan ia mengikutiku, aku mengacuhkannya dan mencoba mencari jalan lain, namun dia tetap berusaha mengikuti arahku dan berusaha menghadang langkahku, karena aku terus menghindar, kemudian ia berlalu begitu saja tanpa suatu kata. Aku terbangun dengan perasaan yang semakin dilema, semakin dilema karena aku tidak bisa mengontrol fikiranku untuk tidak memikirkannya setiap waktu.
Tak lama setelah aku terbangun aku mencoba meraih ponselku, meraba sekeliling bantal tidurku dan selimutku, aku mendapatkannya dan tidak sabar aku ingin melihat akun sosmed nya pada list friend dengan menuliskan initila namanya, padahal baru kemarin aku menghapus history chatku dengannya untuk mengalihkan pikiranku tentangnya, namun bodohnya aku tetap tidak berhasil dan tetap saja berusaha untuk melihat profilnya meskipun seperti hal yang mustahil jika aku melihat foto dirinya di aku pribadinya, dia sedikit berbeda dari laki-laki modern jaman sekarang karena bagiku ia bukan seorang yang haus akan pencitraan diri, apa yang di tunjukannya sekedar apa yang membuatnya bahagia saat itu.
terlihat sebagai sosok yang banyak tidak tau segala hal, ia memiliki jiwa yang begitu sabar dan penurut, ada beberapa hal yang membuat dirinya tetap terlihat stay coll dengan kepolosannya, mungkin itu karena ia berusaha untuk selalu menjadi orang yang lebih baik, dan beberapa waktu terakhir aku seringkali memperhatikannya tanpa ia sadari hal itu. tak jarang aku selalu menyembunyikan perasaanku dengan sikapku yang selalu ketus terhadapnya.
Berbicara hari ini, aku semalam memimpikanya, mimpi yang samar tapi aku melihatnya dengan begitu jelas, di dalam mimpi aku berjalan dan ia mengikutiku, aku mengacuhkannya dan mencoba mencari jalan lain, namun dia tetap berusaha mengikuti arahku dan berusaha menghadang langkahku, karena aku terus menghindar, kemudian ia berlalu begitu saja tanpa suatu kata. Aku terbangun dengan perasaan yang semakin dilema, semakin dilema karena aku tidak bisa mengontrol fikiranku untuk tidak memikirkannya setiap waktu.
Tak lama setelah aku terbangun aku mencoba meraih ponselku, meraba sekeliling bantal tidurku dan selimutku, aku mendapatkannya dan tidak sabar aku ingin melihat akun sosmed nya pada list friend dengan menuliskan initila namanya, padahal baru kemarin aku menghapus history chatku dengannya untuk mengalihkan pikiranku tentangnya, namun bodohnya aku tetap tidak berhasil dan tetap saja berusaha untuk melihat profilnya meskipun seperti hal yang mustahil jika aku melihat foto dirinya di aku pribadinya, dia sedikit berbeda dari laki-laki modern jaman sekarang karena bagiku ia bukan seorang yang haus akan pencitraan diri, apa yang di tunjukannya sekedar apa yang membuatnya bahagia saat itu.
terlihat sebagai sosok yang banyak tidak tau segala hal, ia memiliki jiwa yang begitu sabar dan penurut, ada beberapa hal yang membuat dirinya tetap terlihat stay coll dengan kepolosannya, mungkin itu karena ia berusaha untuk selalu menjadi orang yang lebih baik, dan beberapa waktu terakhir aku seringkali memperhatikannya tanpa ia sadari hal itu. tak jarang aku selalu menyembunyikan perasaanku dengan sikapku yang selalu ketus terhadapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar