- Faktor utama dalam pemilihan lokasi pabrik.
- Lokasi sumber bahan baku
Di dalam perusahaan , kebutuhan bahan baku ini bukan merupakan
kebutuhan yang dirasakan pada waktu – waktu tertentu saja, melainkan
akan menjadi kebutuhan rutin yang harus selalu dipenuhi. Ketiadaan bahan
baku dalam perusahaan ini akan mempunyai akaibat – akibat yang tidak
diinginkan oleh perusahaan tersebut. Akibatnya adalah terhentinya
pelaksanaan kegiatan produksi di dalam perusahaan tersebut. Apabila
kegiatan produksi terhenti, maka hal ini tentunya akan mengakibatkan
kegiatan – kegiatan yang lain dalam perusahaan tersebut terhenti pula.
Ketergantungan perusahaan terhadap bahan baku ini adalah sangat besar,
sehingga tidak mungkin suatu perusahaan akan dapat melaksanakan proses
produksi dalam perusahaannya tanpa mempergunakan bahan baku. Karena hal
inilah maka perusahaan yang didirikan, sejauh mungkin akan selalu
mempertimbangkan lokasi bahan baku.
Apabila suatu pabrik didirikan dengan lokasi yang jauh dari sumber
bahan baku yang dipergunakannya, maka perusahaan yang bersangkutan akan
menanggung berbagai macam risiko. Risiko – risiko ini antara lain :
risiko sehubungan dengan angkutan bahan baku, risiko kerusakan dalam
angkutan, risiko biaya angkutan. Risiko kehilangan, risiko keterlambatan
informasi bahan baku, dll. Dari hal – hal tersebut kiranya dapat
dimengerti bahwa lokasi pabrik yang akan didirikan oleh perusahaan
tersebut akan lebih baik apabila dipilih tempat yang lebih dekat dengan
sumber bahan baku dari perusahaan yang bersangkutan.
- Lokasi pasar produk perusahaan
Pabrik akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi atau bahan
setengah jadi, yang kemudian akan dipasarkan. Baik setelah barang hasil
produksi ini langsung dipasarkan, ataupun disimpan dalam gudang
perusahaan terlebih dahulu, namun tujuan akhir dari kegiatan produksi
ini adalah dapat dipasarkannya produk tersebut. Suatu kegiatan produksi
dalam perusahaan baru akan kelihatan manfaatnya kalau produk perusahaan
tersebut dapat dipasarkan dengan baik. Apabila produk perusahaan tidak
dapat dipasarkan, maka padsa umumnya kegiatan produksi dalam perusahaan
tersebut akan dihentikan, dan diganti dengan kegiatan produksi yang lain
dimana produknya dapat dipasarkan. Dengan demikian maka masalah pasar
ini merupakan masalah yang tidak dapat diabaikan dengan begitu saja oleh
perusahaan bersangkutan.
Pemilihan lokasi pabrik yang berdekatan dengan lokasi pasar produk
perusahaan akan mendapatkan berbagai macam keuntungan. Keuntungannya
antara lain : keuntungan pengangkutan barang jadi dari pabrik ke pasar
produk perusahaan tersebut, kemudahan pengawasan angkutan, kecepatan
memperoleh informasi pasar, dll.
Sejauh lokasi sumber bahan baku serta lokasi pasar produk perusahaan
tersebut adalah berdekatan, maka dalam hal ini tidak akan timbul
permasalahan sehubungan dengan lokasi pasar dan lokasi sumber bahan baku
ini. Tetapi keadaan ini akan menjadi lain apabila lokasi sumber bahan
baku tersebut berjauhan dengan lokasi pasar produk perusahaan tersebut.
Dalam keadaan semacam ini apabila pabrik tersebut didirikan mendekati
lokasi sumber bahan baku dari perusahaan tersebut, maka hal ini berarti
menjauhi lokasi pasar produk perusahaan. Sebaliknya, apabila pabrik
tersebut didirikan mendekati lokasi pasar produk perusahaan, hal ini
sama saja berarti menjauhi lokasi sumber bahan baku yang dipergunakan
oleh perusahaan yang bersangkutan. Sehingga dengan demikian perusahaan
ini harus mempertimbangkan dengan teliti, dimana lokasi pabrik tersebut
didirikan, apakah mendekati lokasi sumber bahan baku tetapi menjauhi
lokasi pasar, atau mendekati lokasi pasar tetapi menjauhi lokasi sumber
bahan baku. Dalam keadaan semacam ini maka pertimbangan – pertimbangan
berikut ini akan sangat layak apabila dipergunakan oleh manajemen
perusahaan yang bersangkutan tersebut untuk menyusun berbagai
pertimbangan guna penentuan lokasi pabrik yang akan didirikannya
tersebut.
- Biaya angkutan
Apabila biaya angkutan bahan baku lebih murah dari pada biaya
angkutan produk perusahaan untuk setiap ekuivalen unit, maka pabrik
tersebut akan lebih menguntungkan apabila didirikan mendekati lokasi
pasar produk perusahaan yang bersangkutan.
- Kemudahan pengangkutan
Aapabila pengengkutan bahan baku ini lebih mudah dari pada
pengangkutan produk perusahaan, maka perusahaan ini akan lebih
menguntungkan apabila mendirikan pabriknya mendekati pasar produk
perusahaan tersebut.
- Risiko pengengkutan
Apabila risiko pengangkutan yang ada (misal : kerusakan,
kehilangan,dll) dari bahan baku adalah lebih rendah dari pada risiko
pengangkutan barang jadi, maka perusahaan tersebut akan lebih
menguntungkan apabila mendirikan pabriknya dekat denga lokasi sumber
bahan baku yang dipergunakan oleh perusahaan yang bersangkutan.
- Daya tahan
Apabila daya tahan bahan baku perusahaan ini lebih rendah dari pada
daya tahan produk perusahaan, maka perusahaan semacam ini akan lebih
menguntungkan apabila didirikan mendekati lokasi sumber bahan baku yang
dipergunakan oleh perusahaan tersebut.
- Adanya penembahan/pengurangan volume dari bahan baku menjadi barang jadi dalam proses produksi.
Apabila di dalam pelaksanaan kegiatan produksi dalam perusahaan yang
bersangkutan terdapat penambahan volume yang cukup berarti, maka pabrik
tersebut akan lebih menguntungkan apabila didirikan mendekati lokasi
pasar produk perusahaan yang bersangkutan.
- Fasilitas transportasi
Pada umumnya, sarana transportasi yang dimaksud dalam hal ini adalah
merupakan sarana transportasi yang dapat dipergunakan untuk memenuhi
kepentingan pabrik yang didirikan tersebut. Dalam hal ini dikenal adanya
berbagai macam sarana transportasi, yang secara umum dibagi menjadi
empat macam yaitu :
- Sarana transportasi melalui darat.
1) Mempergunakan kereta api.
2) Mempergunakan jalan raya.
- Sarana transportasi melalui laut.
- Sarana transportasi melalui udara.
- Sarana transportasi khusus misalnya : pemgiriman melalui pipa bawah tanah, pengiriman pipa bawah laut, dll.
- Tersedianya tenaga kerja
Sehubungan dengan masalah tersedianya tenaga kerja dalam perusahaan,
maka terdapat empat klasifikasi tenaga kerja yang diperlukan oleh
perusahaan. Klasifikasi ini adalah sebagai berikut :
- Tenaga kerja ahli dan terlatih.
Tenaga kerja ahli adalah tenaga kerja dengan bekal pendidikan formal
tertentu. Sedangkan tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang telah
mempunyai pengalaman kerja tertentu dalam jangka waktu tertentu pula.
Tenaga jenis pertama ini, pada umumnya akan dibutuhkan oleh
perusahaan dalam jumlah yang sedikit. Dari sebuah perusahaan yang
mempunyai banyak karyawan, maka karyawan yang ahli dan terlatih ini
jumlahnya akan dapat dihitung dengan jari. Di samping itu, imbalan yang
akan diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja ini adalah cukup
besar sehingga tenaga kerja jenis ini akan secara suka rela berpindah
tempat mendekati atau masuk ke dalam lokasi pabrik di mana dia bekerja.
Dengan demikian untuk karyawan jenis ini bukannya pabrik yang
mendekati lokasi tersedianya karyawan tersebut, melainkan karyawan yang
bersangkutan akan berusaha untuk mendekati lokasi pabrik yang ada.
- Tenaga kerja ahli tetapi belum terlatih.
Untuk tenaga kerja jenis ini masalahnya hampir sama dengan karyawan
ahli dan terlatih. Hanya saja dalam hal ini imbalan yang diberikan oleh
perusahaan tersebut agak berkurang apabila dibandingkan dengan imbalan
yang diberikan kepada karyawan yang ahli dan terlatih. Namun demikian,
kebutuhan perusahaan akan karyawan jenia ini pun tidak banyak.
Dengan demikian, maka sebagaimana halnya karyawan ahli dan terlatih,
maka karyawan ahli walaupun belum terlatih ini akan berusaha untuk
mendekati lokasi perusahaan yang bersangkutan, sehingga bukannya
perusahaan yang mencari lokasi tersedianya karyawan tersebut.
- Tenaga kerja tidak ahli tetapi terlatih.
Pada umumnya perusahaan akan memerlukan karyawan ini dalam jumlah
yang cukup besar. Beberapa tugas yang akan dibebankan perusahaan kepada
para karyawan jenis ini adalah tugas – tugas operator mesin, tugas –
tugas lain yang memerlukan ketrampilan khusus tetapi cukup memerlukan
bekal pengetahuan teori yang sedikit saja. Oleh karenakaryawan ini tidak
termasuk dalam kategori karyawan ahli, maka pada umumnya para karyawan
tersebut akan mendapatkan imbalan dalam jumlah yang lebih rendah dari
pada para keryawan ahli dalam perusahaan bersangkutan.
Pada umumnya para karyawan yang tergolong tidak ahli, tetapi terlatih
( dalam bidang tertentu ) ini agak enggan untuk berpindah tempat
tinggal ke tempat yang lain atau pergi ke tempat yang dirasakan jauh
dari tempat tinggalnya semula, dikarenakan beberapa hal sebagai berikut :
1) Pada umumnya tenaga kerja semacam ini mempunyai bekal ketrampilan
tertentu sehingga akan mendapatkan kesempatan kerja yang cukup memadai
apabila mereka tetap tinggal di kampong halamannya.
2) Para karyawan pada umumnaya ini akan merasa enggan untuk
berpindah tempat oleh karena di tempat tinggalnya yang baru tersebut
mereka akan memperoleh penghasilan yang sama atau hampir sama.
Peningkatan penghasilan pada karyawan ini pada umumnya akan sulit
dilaksanakan olek karena ketrampilan yang mereka bawa adalah ketrampilan
rata – rata yang juga dipunyai oleh sejumlah besar para karyawan yang
lain.
Berdasarkan kenyataan tersebut, yaitu terdapatnya kebutuhan
perusahaan terhadap para karyawan jenis ini yang cukup besar, serta
adanya rasa enggan dari para karyawan tersebut untuk berpindah tempat
tinggal, maka perusahaan yang akan mendirikan pabrik tersebut sudah
selayaknya mempertimbangkan tersedianya karyawan yang ahli tetapi
terlatih tersebut untuk pemilihan lokasi pabrik.
- Tenaga kerja tidak ahli dan tidak terlatih.
Tenaga kerja semacam ini akan terdapat di mana – mana sehingga di
mana pun perusahaan ini akan mendirikan pabriknya, di daerah tersebut
akan tersedia tenaga kerja jenis ini.
- Pembangkit tenaga (Power)
Untuk menjalankan mesin dan peralatan produksi yang berada di dalam
pabrik dari suatu perusahaan tertentu, diperlukan adanya suatu
pembangkit tenaga. Pada umumnya tenaga yang diperlukan oleh pabrik ini
adalah jumlah yang cukup besar. Dengan demikian apabila pabrik yang
didirikan ini tidak mendapatkan sumber tenaga dalam jumlah daya yang
cukup, maka hal ini akan berarti pabrik yang didirikan tersebut tidak
dapat berorientasi dengan baik.
Untuk mendapatkan pembangkit tenaga dalam jumlah yang cukup besar
dapat dipergunakan dua macam jalan, yaitu jasa Perusahaan Listrik Negara
(PLN), sedangkan yang kedua adalah mengusahakan sumber pembangkit
tenaga sendiri. Perusahaan akan dapat mengadakan perhitungan sesuai
dengan kebutuhan pabrik yang didirikan tersebut maka akan dapat
diketahui sumber tenaga mana yang paling ekonomis untuk dipergunakan
dalam pabrik tersebut.
Terjaminnya kelangsungan sumber tenaga ini akan berarti terjaminnya
pelaksanaan kegiatan produksi dalam perusahaan yang bersangkutan.
Sebaliknya, apabila pembangkit tenaga ini seringkali mengalami kerusakan
atau tersendat – sendat, maka pelaksanaan kegiatan produksi dalam
perusahaan tersebut akan menjadi tersendat – sendat pula.
- Faktor bukan utama dalam pemilihan lokasi pabrik.
- Rencana masa depan perusahaan
Rencana masa depan perusahaan ini merupakan susunan rencana konkrit
yang disiapkan oleh setiap perusahaan dalam pemilihan lokasi pabrik. Hal
ini berhubungan dengan jangka waktu pemakaian lokasi pabrik yang akan
dipilih atau digunakan oleh masing-masing perusahaan. Dengan melihat
jangka waktu pelaksanaan kegiatan perusahaan , perusahaan akan lebih
leluasa memilih lokasi pembangunan pabrik serta bagaimana sebaiknya
memilih opsi kepemilikan atau penggunaan lahan yang akan dipakai untuk
membanggun pabrik tersebut.
- Kemungkinan perluasan perusahaan
Dalam setiap pembangunan pabrik seharusnya perusahaan telah
mempersiapkan adanya opsi perluasan pabrik dalam rencana masa depan
perusahaan. Dalam hal ini tentunya perusahaan dituntut untuk
mempersiapkan cadangan lahan atau tanah dalam lokasi pabrik yang bisa
digunakan perusahaan apabila perusahaan tersebut memiliki opsi untuk
melakukan perluasan pabrik. Adanya cadangan lahan tersebut tentunya akan
sangat berguna dan menghemat biaya apabila dikemudian hari perusahaan
tersebut berada dalam posisi untuk melakukan perluasan pabrik dalam
upaya meningkatkan produktifitas perusahaan.
- Kemungkinan perluasan kota
Manajemen tiap perusahaan seharusnya juga mempertimbangkan adanya
kemungkinan terjadinya perluasan kota tempat akan didirikanya pabrik.
Hal ini supaya lokasi berdirinya pabrik tetap bisa sesuai dengan
perkembangan kota dan keadaan masyarakat sekitar serta terhindar dari
setiap risiko dari dampak terjadinya perluasan dan pembangunan kota
- Fasilitas pelayanan mesin dan peralatan produksi
Kemudahan dalam mengakses fasilitas pelayanan mesin dan peralatan
mesin merupakan faktor yang dapat mempengaruhi produktifitas kegiatan
pabrik suatu perusahaan. Terutama bagi perusahaan-perusahaan yang belum
mempunyai unit khusus pelayanan dan perawatan dengan baik dan teratur ,
serta yang masih mengandalkan teknisi dari luar perusahaan dalam
menangani setiap perawatan dan perbaikan-perbaikan yang perlu
dilaksanakan dalam perusahaan tersebut.
- Fasilitas pembelanjaan perusahaan
Adanya fasilitas pembelanjaan perusahaan seperti pasar modal, bank,
koperasi simpan pinjam, ataupun lembaga keuangan lain yang bisa
dijadikan sarana untuk penambahan modal bagi perusahaan disekitar lokasi
didirikanya pabrik merupakan hal yang harus dipertimbangkan dalam
pemilihan likasi pabrik. Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut didekat
lokasi pendirian pabrik tentunya merupakan sebuah keuntungan yang dapat
memperlancar kegiatan operasional dan administrasi perusahaan yang
bersangkutan.
- Terdapatnya persediaan air
Kebutuhan pabrik akan ketersedian air yang memadai untuk menutupi
kebutuhan operasional pabrik seperti untuk pembangkit tenaga listrik
cadangan, untuk melaksanakan proses produksi, ataupun untuk keperluan
karyawan, membuat setiap perusahaan harus memperhatikan ketersediaan
air dalam pemilihan lokasi pembangunan pabrik. Walaupun volume air yang
dibutuhkan setiap perushaan berbeda-beda namun tetap saja perusahaan
harus memperhatikan ketersediaan air dilokasi pembangunan pabrik
pperusahaan tersebut. Hal ini karena air tentunya merupakan faktor yang
akan terlibat langsung dalam pelaksanaan produksi, sehingga tanpa adanya
air dalam jumlah yang memadai tentunya akan mengganggu produktifitas
suatu perusahaan.
- Perumahan dan fasilitas – fasilitas lainnya
- Biaya tanah dan gedung
- Peraturan pemerintah daerah setempat
- Sikap masyarakat setempat
- Iklim
- Keadaan tanah
- Keadaan lingkungan
- Tahap – tahap pemilihan lokasi pabrik.
- Pengumpulan data
- Penentuan model analisis yang dipergunakan
- Analisis data yang relevan
- Penentuan urutan alternatif lokasi yang dipilih
- Daerah perkotaan, tepian kota dan pedesaan.
Sehubungan dengan pemilihan lokasi pabrik yang dilaksanakan ini, maka
perlu pula untuk dipertimbangkan bagian daerah mana yang akan
dipergunakan sebagai lokasi pabrik yang akan didirikan oleh perusahaan
ini. Pada umumnya, setiap daerah yang ada akan mempunyai tiga bagian
daerah yaitu : daerah perkotaan, daerah tepian kota dan daerah pedesaan.
Pada daerah perkotaan biasanya memiliki karakteristik yaitu
- Banyak tersedia tenaga kerja tang terdidik maupun yang terlatih.
- Fasilitas – fasilitas yang tersedia juga biasanya lebih banyak dan lebih lengkap.
- Harga tanah di daerah perkotaan biasanya relatif lebih tinggi.
- Daerah perkotaan menyediakan sarana komunikasi yang cukup.
Pada daerah tepian kota memiliki karakteristik yaitu :
- Fasilitas yang dimiliki oleh daerah tepian kota tidak sebanyak dan selengkap daerah perkotaan.
- Biaya tanah dan gedung lebih murah.
- Cadangan tanah untuk mengadakan perluasan pabrik ini tersedia dalam jumlah yang cukup banyak.
Pada daerah pedesaan memiliki karakteristik yaitu :
- Biaya tanah dan gedung yang paling murah dibandingakan dengan daerah kota dan daerah tepian kota.
- Fasilitas yang tersedia sangat kurang lengkap dan jumlahnya pun relatif sedikit.
Sehubungan dengan beberapa hal tersebut, manajemen perusahaan
diharapkan akan dapat mengadakan pemilihan lokasi pabrik dengan sebaik –
baiknya. Pemilihan daerah yang tidak tepat dalam hal ini akan dapat
berakibat kepada perusahaan yang bersangkutan di dalam jangka panjang.
Sumber: https://heheoye.wordpress.com/2011/05/23/pemilihan-lokasi-pabrik/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar