Dimensi kualitas produk meliputi :
a.
Performance, berkaitan dengan aspek
fungsional (kegunaan/manfaat dasar) suatu
barang dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan
b. Features, yaitu aspek performansi (kinerja) yang berguna untuk menambah
fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan pengembangannya.
c. Reliability, berkaitan dengan kemungkinan
suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap kali digunakan dalam periode
waktu tertentu dan dalam kondisi tertentu pula.
d. Conformance, berkaitan dengan tingkat
kesesuaian terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan
pada keinginan pelanggan.
e.
Durability, yaitu suatu refleksi umur
ekonomis berupa ukuran daya tahan atau masa pakai barang.
f. Serviceability, yaitu karakteristik yang
berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kemudahan dan akurasi dalam memberikan
layanan untuk perbaikan barang.
g. Aesthetics, merupakan karakteristik yang bersifat subyektif
mengenai nilai - nilai estetika yang
berkaitan dengan pertimbangan pribadi dan refleksi dari preferensi individual.
h.
Fit and
finish, suatu sifat subyektif, berkaitan dengan
perasaan pelanggan mengenai keberadaan produk tersebut sebagai produk yang
berkualitas
2.1. Pengertian Perencanaan Produksi
Perencanaan adalah fungsi manajemen yang paling pokok dan sangat luas
meliputi perkiraan dan perhitungan mengenai kegiatan yang akan
dilaksanakan pada waktu yang akan datang mengikuti suatu urutan
tertentu. Perencanaan merupakan salah satu sarana manajemen untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan karena itu setiap tingkat
manajemen dalam organisasi sangat membutuhkan aktivitas perencanaan
Tujuan perencanaan harus tegas, jelas dan mudah dimengerti. Seringkali
perencanaan harus mengalami perubahan, oleh karena itu perencanaan harus
besifat luwes dan terbuka untuk dapat dirubah bila diperlukan. Sifat
luwes ini mengakibatkan pelaksanaan kegiatannya harus dimonitor dan
dikendalikan terus menerus yang disesuaikan dengan kondisi yang ada
namun perencanaan harus tetap pada tujuan yang ditetapkan.
Perencanaan juga merupakan fungsi memilih sasaran perusahaan secara
kebijaksanaan, program dan pemilihan langkah-langkah apa yang harus
dilakukan, siapa yang melakukan dan kapan aktivitasnya dilaksanakan.
Dalam perencanaan produksi kita selalu menginginkan agar diperoleh
perencanaan produksi yang baik namun merencanakan proses produksi
bukanlah hal yang mudah karena banyaknya faktor yang mempengaruhinya.
Karena itu perencanaan harus dibuat ketat namun tidak kaku, artinya
dapat dirubah bila diperlukan dan kemungkinan perubahan ini juga harus
diperhitungkan agar tidak menimbulkan kesulitan. Perencanaan yang baik
hanya akan diperoleh dengan didasarkan kepada informasi yang baik dan
pengukuran keberhasilan didasarkan kepada standard yang ditetapkan.
2.2. Proses Perencanaan Produk
Proses perencanaan produk dilakukan sebelum suatu proyek pengembangan
produk secara formal disetujui, sumber daya yang penting dipakai dan
sebelum tim pengembang yang lebih besar dibentuk. Perencanaan produk
merupakan suatu kejadian yang mempertimbangkan portofolio suatu proyek,
sehingga suatu organisasi dapat mengikuti dan menetukan bagian apa dari
proyek yang akan diikuti selama periode tertentu.Kegiatan perencanaan
produk menjamin bahwa proyek pengembangan produk mendukung strategi
bisnis perusahaan yang lebih luas dan menentukan:
Proyek-proyek pengembangan produk apa yang akan dilakukan.
Kombinasi pengembangan produk (produk baru, produk platform, atau produk
turunan).
Keterkaitan antar proyek dalam suatu portofolio.
Waktu dan urutan proyek.
2.3. Unsur-unsur Perencanaan
Perencanaan adalah suatu hasil pemikiran yang rasional dimana di
dalamnya terdapat dugaan/perkiraan, perhitungan untuk mencapai tujuan
yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. Syarat mutlak suatu
perencanaan harus mempunyai tujuan yang jelas dan mudah dimengerti.
Perencanaan harus terukur dan mempunyai standard tertentu.
Perencanaan digolongkan sebagai fakta yang Objective kebenarannya bahwa
pemikiran yang rasional itu tidak atas hayalan belaka tetapi suatu
perhitungan berdasarkan data yang objective. Walau perencanaan
mengandung unsur dugaan/pemikiran namun harus didasarkan pada suatu
standard yang terukur. Perencanaan adalah sebagai tahap persiapan /
tindakan pendahuluan untuk melaksanakan kegiatan dengan memperhatikan
penyimpangan yang mungkin terjadi.
2.4. Fungsi Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi (Production Planning) adalah salah satu dari
berbagai macam bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas
proses produksi yang akan dilaksanakan dalam usaha mencapai tujuan yang
diinginkan perusahaan. Perencanaan produksi sangat erat kaitannya dengan
pengendalian persediaan sehingga sebagian besar perusahaan manufacture
menempatkan fungsi perencanaan dan pengendalian persediaan dalam satu
kesatuan.
Ditinjau dari bentuk industri, perencanaan produksi suatu
perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya terdapat perbedaan.
Banyak hal yang menyebabkan perbedaan tersebut, bahkan pada perusahaan
yang sejenis. Tujuan produksi bagi perusahaan adalah barang dengan
spesifikasi tertentu memenuhi permintaan pelanggan. Tujuan tersebut
dituangkan dalam Order Confirmation yang dibuat oleh bagian penjualan.
Dengan demikian dapat disimpulkan tujuan produksi sepenuhnya dirumuskan
oleh sales department, berdasarkan order yang telah diterima. Karena
tujuan produksi dirumuskan berdasarkan order yang telah diterima maka
dalam fungsi perencanan produksi pengaruh forecasting pada sistem
perencanaan produksi dapat dikatakan tidak signifikan. Untuk mencapai
tujuan, khususnya dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan
perusahaan perlu menyediakan fasilitas komunikasi dan sistem informasi
yang mendukung sistem pengolahan data terdistribusi. Program aplikasi
database management system yang terintegrasi dengan sistem lainnya di
lingkungan perusahaan sehinngga bagian perencanaan produksi dan
pengendalian persediaan memiliki sarana yang cukup handal yang dapat
memberikan informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang relatif singkat.
Bagian perencanaan dengan mudah dapat mengumpulkan informasi yang
diperlukan dalam menyusun perencanaan produksi.
Agar masing-masing fungsi yang terdapat dalam Sistem
perencanaan dan bagian terkait dengan sistem perencanaan produksi dapat
menjalankan kerja dan tanggungjawabnya sesuai dengan sistem, maka
setiap personal disyaratkan mengenal sistem akuntansi komputer dan
procedure yang diterapkan. Dengan demikian efektifitas kerja dapat
ditingkatkan. Dalam usaha mencapai tujuan perencanaan produksi terdapat
berbagai macam permasalahan sesuai dengan proses yang akan dilaksanakan,
kemudian dirumuskan bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan secara
efektif dan efisien serta bagaimana cara pengendaliannya. Keberhasilan
dalam membuat perencanaan produksi dan pencapaiannya tidak hanya
tergantung pada organisasi bagian perencanaan itu sendiri, melainkan
sangat tergantung pada struktur organisasi secara keseluruhan dan sistem
yang diterapkan.
Kegagalan dapat terjadi akibat kesalahan dalam penggunaan
sistem informasi tidak efektif, bahkan sering terjadi kesalahan dalam
pengambilan keputusan akibat tidak memahami informasi yang ditampilkan
oleh sistem informasi yang tersedia. Manajer bagian prencanaan mutlak
harus memahami sistem informasi yang digunakan, karena sistem informasi
yang digunakan adalah berbasis komputer maka manajer bagian perencanaan
produksi dan pengendalian persediaan serta bagian yang terkait langsung
dengan bagian tersebut harus memahami dan mengerti sistem komputer yang
digunakan. Jika tidak maka terbuka peluang untuk mengambil
keputusan-keputusan yang keliru. Kelancaran proses produksi ditentukan
oleh tingkat kematangan penjadwalan produksi. Dalam menyusun perencanaan
harus memperhatikan berbagai element dari berbagai bagian sehingga
sangat memerlukan sistem yang terintegrasi dan harus didukung dengan
fasilitas yang memadai. Perencanaan produksi dituntut harus lebih
besifat (sales oriented) namun di sisi lain tanpa mengabaikan efisiensi
dan kelancaran proses produksi. Kemampuan sumber daya manusia sangat
tergantung pada sistem yang diterapkan. Tidak jarang orang yang mampu
tidak dapat berbuat karena terikat oleh sistem dan fasilitas yang
tersedia. Pembagian tugas dan tanggung jawab harus jelas dan dilakukan
pengukuran efektifitas kerja. (Standard operational process) dan
(Standard Instruction Process) harus dipahami oleh bagian operasional
dan juga bagian perencanaan.
Perencanaan produksi sangat tergantung pada kapasitas, jenis
perusahaan, sumberdaya dan jenis produksi yang dikerjakan. Berdasarkan
hal tersebut perusahaan yang mengerjakan order yang terputus-pustus
berdasarkan permintaan pelanggan yang pemenuhannya pada waktu yang akan
datang, tingkat kesulitan dalam menyusun perencanaan jauh lebih sulit
dibanding perusahaan yang mengerjakan produksi continue. Pengukuran
keberhasilan perencanaan tidak tepat untuk dibandingkan dengan
perusahaan lain karena perbedaan kelengkapan, kapasitas dan sumberdaya
apalagi dibanding dengan perusahaan lain yang tidak sejenis
Faktor penting dalam melakukan pengukuran adalah standar
produksi meliputi waktu, mutu, jumlah yang dapat dihasilkan berdasarkan
penelitian yang dilakukan pada jangka waktu tertentu di perusahaan ini.
Pengukuran perlu dilakukan secara terus-menerus sehingga keputusan yang
diambil untuk pengembangan jangka panjang mempunyai dasar yang
objectif.
2.4. Fungsi pengendalian persediaan
Persediaan adalah barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual
(barang jadi) atau barang dalam process produksi atau barang yang
menunggu penggunaannya dalam process produksi (bahan baku). Fungsi
dasar pengendalian persediaan baik bahan baku, barang dalam proses
maupun barang jadi banyak sekali. Fungsi tersebut meliputi proses
berurutan mulai dari timbulnya kebutuhan, pembelian, pengolahan,
delivery. Permasalahan utama persediaan yang timbul yaitu bagaimana
fungsi tersebut dapat mengatur persediaan sehingga setiap permintaan
dapat dilayani akan tetapi biaya persediaan harus minimum. Bila
persediaan cukup banyak, permintaan dapat segera dilayani akan tetapi
menyebabkan biaya penyimpanan barang tersebut akan menjadi sangat mahal.
Dengan memperhatikan hal tersebut diambil keputusan untuk menentukan
nilai persediaan. Menentukan nilai persediaan sangat tergantung kepada
jenis perusahaan, modal kerja dan omzet perusahaan serta lead time untuk
mendapatkan barang tersebut. Fungsi pengendalian persediaan adalah
bagian dari fungsi perencanaan produksi yang bertanggung jawab atas
tersedianya material produksi dan material pembantu agar proses
produksi dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
Fungsi perencanaan produksi yang bertanggung jawab atas tersedianya
material produksi dan material pembantu agar proses produksi dapat
berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Keperluan meminimumkan
persediaan berhubungan dengan besarnya biaya yang diperlukan oleh
persediaan yaitu :
A. Biaya Pembelian.
Yang dimaksud biaya pembelian dalam hal ini adalah biaya pembelian bahan
baku untuk produksi. Pembelian skala besar dapat mengurangi biaya
pembelian dengan adanya potongan harga (quantity discount) yang
diberikan Supplier dengan konsekwensi biaya transportasi yang ditanggung
Supplier relative lebih murah karena pengangkutan barang dilakukan
tidak terlalu sering, namun perlu diperhitungkan apakah potongan harga
tersebut lebih kecil dari biaya penyimpanan. Disamping itu jumlah
persediaan yang cukup dapat mempercepat delivery sehingga tidak
menimbulkan kekecewaan pelanggan. Karena jenis perusahaan memproduksi
suatu barang sesuai permintaan pelanggan dimana permintaan tersebut akan
dipenuhi pada waktu yang akan datang, cara pembelian tersebut tidak
menguntungkan karena penyimpanan barang tersebut membutuhkan ruang yang
luas dan waktu penyimpanan yang relative lama.
B. Biaya penyimpanan
Biaya penyimpanan meliputi biaya penyediaan ruang yang diperlukan
untuk menampung barang tersebut, biaya perawatan atas resiko kerusakan,
serta biaya tenaga kerja yang diperlukan untuk merawat dan mengamankan
barang tersebut dari segala macam bentuk gangguan.
Selain itu biaya penyimpanan juga berkaitan dengan biaya bunga dimana
semakin besar dana yang dialokasikan pada persediaan akan mengakibatkan
alokasi akan investasi yang lain akan terhambat atau dilakukan
dengan suntikan dana dari kreditur dalam hal ini adalah Bank.
Sesuai dengan sifat perusahaan yang memenuhi permintaan pelanggan pada
waktu yang akan datang maka persediaan bahan baku dasar, tinta spesial
yang tidak diperuntukan untuk order produksi tertentu (bebas) adalah
nol.
Source: http://harjo820.blogspot.co.id/2014/04/makalah-perencanaan-produksi-pasti.html
di copy dari http://harjo820.blogspot.com jika anda ingin mengcopy jangan lupa cantumkan sumbernya
Source: http://harjo820.blogspot.co.id/2014/04/makalah-perencanaan-produksi-pasti.html
di copy dari http://harjo820.blogspot.com jika anda ingin mengcopy jangan lupa cantumkan sumbernya
2.1. Pengertian Perencanaan Produksi
Perencanaan adalah fungsi manajemen yang paling pokok dan sangat luas
meliputi perkiraan dan perhitungan mengenai kegiatan yang akan
dilaksanakan pada waktu yang akan datang mengikuti suatu urutan
tertentu. Perencanaan merupakan salah satu sarana manajemen untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan karena itu setiap tingkat
manajemen dalam organisasi sangat membutuhkan aktivitas perencanaan
Tujuan perencanaan harus tegas, jelas dan mudah dimengerti. Seringkali
perencanaan harus mengalami perubahan, oleh karena itu perencanaan harus
besifat luwes dan terbuka untuk dapat dirubah bila diperlukan. Sifat
luwes ini mengakibatkan pelaksanaan kegiatannya harus dimonitor dan
dikendalikan terus menerus yang disesuaikan dengan kondisi yang ada
namun perencanaan harus tetap pada tujuan yang ditetapkan.
Perencanaan juga merupakan fungsi memilih sasaran perusahaan secara
kebijaksanaan, program dan pemilihan langkah-langkah apa yang harus
dilakukan, siapa yang melakukan dan kapan aktivitasnya dilaksanakan.
Dalam perencanaan produksi kita selalu menginginkan agar diperoleh
perencanaan produksi yang baik namun merencanakan proses produksi
bukanlah hal yang mudah karena banyaknya faktor yang mempengaruhinya.
Karena itu perencanaan harus dibuat ketat namun tidak kaku, artinya
dapat dirubah bila diperlukan dan kemungkinan perubahan ini juga harus
diperhitungkan agar tidak menimbulkan kesulitan. Perencanaan yang baik
hanya akan diperoleh dengan didasarkan kepada informasi yang baik dan
pengukuran keberhasilan didasarkan kepada standard yang ditetapkan.
2.2. Proses Perencanaan Produk
Proses perencanaan produk dilakukan sebelum suatu proyek pengembangan
produk secara formal disetujui, sumber daya yang penting dipakai dan
sebelum tim pengembang yang lebih besar dibentuk. Perencanaan produk
merupakan suatu kejadian yang mempertimbangkan portofolio suatu proyek,
sehingga suatu organisasi dapat mengikuti dan menetukan bagian apa dari
proyek yang akan diikuti selama periode tertentu.Kegiatan perencanaan
produk menjamin bahwa proyek pengembangan produk mendukung strategi
bisnis perusahaan yang lebih luas dan menentukan:
Proyek-proyek pengembangan produk apa yang akan dilakukan.
Kombinasi pengembangan produk (produk baru, produk platform, atau produk
turunan).
Keterkaitan antar proyek dalam suatu portofolio.
Waktu dan urutan proyek.
2.3. Unsur-unsur Perencanaan
Perencanaan adalah suatu hasil pemikiran yang rasional dimana di
dalamnya terdapat dugaan/perkiraan, perhitungan untuk mencapai tujuan
yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. Syarat mutlak suatu
perencanaan harus mempunyai tujuan yang jelas dan mudah dimengerti.
Perencanaan harus terukur dan mempunyai standard tertentu.
Perencanaan digolongkan sebagai fakta yang Objective kebenarannya bahwa
pemikiran yang rasional itu tidak atas hayalan belaka tetapi suatu
perhitungan berdasarkan data yang objective. Walau perencanaan
mengandung unsur dugaan/pemikiran namun harus didasarkan pada suatu
standard yang terukur. Perencanaan adalah sebagai tahap persiapan /
tindakan pendahuluan untuk melaksanakan kegiatan dengan memperhatikan
penyimpangan yang mungkin terjadi.
2.4. Fungsi Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi (Production Planning) adalah salah satu dari
berbagai macam bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas
proses produksi yang akan dilaksanakan dalam usaha mencapai tujuan yang
diinginkan perusahaan. Perencanaan produksi sangat erat kaitannya dengan
pengendalian persediaan sehingga sebagian besar perusahaan manufacture
menempatkan fungsi perencanaan dan pengendalian persediaan dalam satu
kesatuan.
Ditinjau dari bentuk industri, perencanaan produksi suatu
perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya terdapat perbedaan.
Banyak hal yang menyebabkan perbedaan tersebut, bahkan pada perusahaan
yang sejenis. Tujuan produksi bagi perusahaan adalah barang dengan
spesifikasi tertentu memenuhi permintaan pelanggan. Tujuan tersebut
dituangkan dalam Order Confirmation yang dibuat oleh bagian penjualan.
Dengan demikian dapat disimpulkan tujuan produksi sepenuhnya dirumuskan
oleh sales department, berdasarkan order yang telah diterima. Karena
tujuan produksi dirumuskan berdasarkan order yang telah diterima maka
dalam fungsi perencanan produksi pengaruh forecasting pada sistem
perencanaan produksi dapat dikatakan tidak signifikan. Untuk mencapai
tujuan, khususnya dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan
perusahaan perlu menyediakan fasilitas komunikasi dan sistem informasi
yang mendukung sistem pengolahan data terdistribusi. Program aplikasi
database management system yang terintegrasi dengan sistem lainnya di
lingkungan perusahaan sehinngga bagian perencanaan produksi dan
pengendalian persediaan memiliki sarana yang cukup handal yang dapat
memberikan informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang relatif singkat.
Bagian perencanaan dengan mudah dapat mengumpulkan informasi yang
diperlukan dalam menyusun perencanaan produksi.
Agar masing-masing fungsi yang terdapat dalam Sistem
perencanaan dan bagian terkait dengan sistem perencanaan produksi dapat
menjalankan kerja dan tanggungjawabnya sesuai dengan sistem, maka
setiap personal disyaratkan mengenal sistem akuntansi komputer dan
procedure yang diterapkan. Dengan demikian efektifitas kerja dapat
ditingkatkan. Dalam usaha mencapai tujuan perencanaan produksi terdapat
berbagai macam permasalahan sesuai dengan proses yang akan dilaksanakan,
kemudian dirumuskan bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan secara
efektif dan efisien serta bagaimana cara pengendaliannya. Keberhasilan
dalam membuat perencanaan produksi dan pencapaiannya tidak hanya
tergantung pada organisasi bagian perencanaan itu sendiri, melainkan
sangat tergantung pada struktur organisasi secara keseluruhan dan sistem
yang diterapkan.
Kegagalan dapat terjadi akibat kesalahan dalam penggunaan
sistem informasi tidak efektif, bahkan sering terjadi kesalahan dalam
pengambilan keputusan akibat tidak memahami informasi yang ditampilkan
oleh sistem informasi yang tersedia. Manajer bagian prencanaan mutlak
harus memahami sistem informasi yang digunakan, karena sistem informasi
yang digunakan adalah berbasis komputer maka manajer bagian perencanaan
produksi dan pengendalian persediaan serta bagian yang terkait langsung
dengan bagian tersebut harus memahami dan mengerti sistem komputer yang
digunakan. Jika tidak maka terbuka peluang untuk mengambil
keputusan-keputusan yang keliru. Kelancaran proses produksi ditentukan
oleh tingkat kematangan penjadwalan produksi. Dalam menyusun perencanaan
harus memperhatikan berbagai element dari berbagai bagian sehingga
sangat memerlukan sistem yang terintegrasi dan harus didukung dengan
fasilitas yang memadai. Perencanaan produksi dituntut harus lebih
besifat (sales oriented) namun di sisi lain tanpa mengabaikan efisiensi
dan kelancaran proses produksi. Kemampuan sumber daya manusia sangat
tergantung pada sistem yang diterapkan. Tidak jarang orang yang mampu
tidak dapat berbuat karena terikat oleh sistem dan fasilitas yang
tersedia. Pembagian tugas dan tanggung jawab harus jelas dan dilakukan
pengukuran efektifitas kerja. (Standard operational process) dan
(Standard Instruction Process) harus dipahami oleh bagian operasional
dan juga bagian perencanaan.
Perencanaan produksi sangat tergantung pada kapasitas, jenis
perusahaan, sumberdaya dan jenis produksi yang dikerjakan. Berdasarkan
hal tersebut perusahaan yang mengerjakan order yang terputus-pustus
berdasarkan permintaan pelanggan yang pemenuhannya pada waktu yang akan
datang, tingkat kesulitan dalam menyusun perencanaan jauh lebih sulit
dibanding perusahaan yang mengerjakan produksi continue. Pengukuran
keberhasilan perencanaan tidak tepat untuk dibandingkan dengan
perusahaan lain karena perbedaan kelengkapan, kapasitas dan sumberdaya
apalagi dibanding dengan perusahaan lain yang tidak sejenis
Faktor penting dalam melakukan pengukuran adalah standar
produksi meliputi waktu, mutu, jumlah yang dapat dihasilkan berdasarkan
penelitian yang dilakukan pada jangka waktu tertentu di perusahaan ini.
Pengukuran perlu dilakukan secara terus-menerus sehingga keputusan yang
diambil untuk pengembangan jangka panjang mempunyai dasar yang
objectif.
2.4. Fungsi pengendalian persediaan
Persediaan adalah barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual
(barang jadi) atau barang dalam process produksi atau barang yang
menunggu penggunaannya dalam process produksi (bahan baku). Fungsi
dasar pengendalian persediaan baik bahan baku, barang dalam proses
maupun barang jadi banyak sekali. Fungsi tersebut meliputi proses
berurutan mulai dari timbulnya kebutuhan, pembelian, pengolahan,
delivery. Permasalahan utama persediaan yang timbul yaitu bagaimana
fungsi tersebut dapat mengatur persediaan sehingga setiap permintaan
dapat dilayani akan tetapi biaya persediaan harus minimum. Bila
persediaan cukup banyak, permintaan dapat segera dilayani akan tetapi
menyebabkan biaya penyimpanan barang tersebut akan menjadi sangat mahal.
Dengan memperhatikan hal tersebut diambil keputusan untuk menentukan
nilai persediaan. Menentukan nilai persediaan sangat tergantung kepada
jenis perusahaan, modal kerja dan omzet perusahaan serta lead time untuk
mendapatkan barang tersebut. Fungsi pengendalian persediaan adalah
bagian dari fungsi perencanaan produksi yang bertanggung jawab atas
tersedianya material produksi dan material pembantu agar proses
produksi dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
Fungsi perencanaan produksi yang bertanggung jawab atas tersedianya
material produksi dan material pembantu agar proses produksi dapat
berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Keperluan meminimumkan
persediaan berhubungan dengan besarnya biaya yang diperlukan oleh
persediaan yaitu :
A. Biaya Pembelian.
Yang dimaksud biaya pembelian dalam hal ini adalah biaya pembelian bahan
baku untuk produksi. Pembelian skala besar dapat mengurangi biaya
pembelian dengan adanya potongan harga (quantity discount) yang
diberikan Supplier dengan konsekwensi biaya transportasi yang ditanggung
Supplier relative lebih murah karena pengangkutan barang dilakukan
tidak terlalu sering, namun perlu diperhitungkan apakah potongan harga
tersebut lebih kecil dari biaya penyimpanan. Disamping itu jumlah
persediaan yang cukup dapat mempercepat delivery sehingga tidak
menimbulkan kekecewaan pelanggan. Karena jenis perusahaan memproduksi
suatu barang sesuai permintaan pelanggan dimana permintaan tersebut akan
dipenuhi pada waktu yang akan datang, cara pembelian tersebut tidak
menguntungkan karena penyimpanan barang tersebut membutuhkan ruang yang
luas dan waktu penyimpanan yang relative lama.
B. Biaya penyimpanan
Biaya penyimpanan meliputi biaya penyediaan ruang yang diperlukan
untuk menampung barang tersebut, biaya perawatan atas resiko kerusakan,
serta biaya tenaga kerja yang diperlukan untuk merawat dan mengamankan
barang tersebut dari segala macam bentuk gangguan.
Selain itu biaya penyimpanan juga berkaitan dengan biaya bunga dimana
semakin besar dana yang dialokasikan pada persediaan akan mengakibatkan
alokasi akan investasi yang lain akan terhambat atau dilakukan
dengan suntikan dana dari kreditur dalam hal ini adalah Bank.
Sesuai dengan sifat perusahaan yang memenuhi permintaan pelanggan pada
waktu yang akan datang maka persediaan bahan baku dasar, tinta spesial
yang tidak diperuntukan untuk order produksi tertentu (bebas) adalah
nol.
Source: http://harjo820.blogspot.co.id/2014/04/makalah-perencanaan-produksi-pasti.html
di copy dari http://harjo820.blogspot.com jika anda ingin mengcopy jangan lupa cantumkan sumbernyav
Source: http://harjo820.blogspot.co.id/2014/04/makalah-perencanaan-produksi-pasti.html
di copy dari http://harjo820.blogspot.com jika anda ingin mengcopy jangan lupa cantumkan sumbernyav
2.1. Pengertian
Perencanaan Produksi
Perencanaan adalah fungsi manajemen yang paling pokok dan sangat luas
meliputi perkiraan dan perhitungan mengenai kegiatan yang akan
dilaksanakan pada waktu yang akan datang mengikuti suatu urutan
tertentu. Perencanaan merupakan salah satu sarana manajemen untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan karena itu setiap tingkat
manajemen dalam organisasi sangat membutuhkan aktivitas perencanaan
Tujuan perencanaan harus tegas, jelas dan mudah dimengerti. Seringkali
perencanaan harus mengalami perubahan, oleh karena itu perencanaan harus
besifat luwes dan terbuka untuk dapat dirubah bila diperlukan. Sifat
luwes ini mengakibatkan pelaksanaan kegiatannya harus dimonitor dan
dikendalikan terus menerus yang disesuaikan dengan kondisi yang ada
namun perencanaan harus tetap pada tujuan yang ditetapkan.
Perencanaan juga merupakan fungsi memilih sasaran perusahaan secara
kebijaksanaan, program dan pemilihan langkah-langkah apa yang harus
dilakukan, siapa yang melakukan dan kapan aktivitasnya dilaksanakan.
Dalam perencanaan produksi kita selalu menginginkan agar diperoleh
perencanaan produksi yang baik namun merencanakan proses produksi
bukanlah hal yang mudah karena banyaknya faktor yang mempengaruhinya.
Karena itu perencanaan harus dibuat ketat namun tidak kaku, artinya
dapat dirubah bila diperlukan dan kemungkinan perubahan ini juga harus
diperhitungkan agar tidak menimbulkan kesulitan. Perencanaan yang baik
hanya akan diperoleh dengan didasarkan kepada informasi yang baik dan
pengukuran keberhasilan didasarkan kepada standard yang ditetapkan.
2.2. Proses Perencanaan Produk
Proses perencanaan produk dilakukan sebelum suatu proyek pengembangan
produk secara formal disetujui, sumber daya yang penting dipakai dan
sebelum tim pengembang yang lebih besar dibentuk. Perencanaan produk
merupakan suatu kejadian yang mempertimbangkan portofolio suatu proyek,
sehingga suatu organisasi dapat mengikuti dan menetukan bagian apa dari
proyek yang akan diikuti selama periode tertentu.Kegiatan perencanaan
produk menjamin bahwa proyek pengembangan produk mendukung strategi
bisnis perusahaan yang lebih luas dan menentukan:
Proyek-proyek pengembangan produk apa yang akan dilakukan.
Kombinasi pengembangan produk (produk baru, produk platform, atau produk
turunan).
Keterkaitan antar proyek dalam suatu portofolio.
Waktu dan urutan proyek.
2.3. Unsur-unsur Perencanaan
Perencanaan adalah suatu hasil pemikiran yang rasional dimana di
dalamnya terdapat dugaan/perkiraan, perhitungan untuk mencapai tujuan
yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. Syarat mutlak suatu
perencanaan harus mempunyai tujuan yang jelas dan mudah dimengerti.
Perencanaan harus terukur dan mempunyai standard tertentu.
Perencanaan digolongkan sebagai fakta yang Objective kebenarannya bahwa
pemikiran yang rasional itu tidak atas hayalan belaka tetapi suatu
perhitungan berdasarkan data yang objective. Walau perencanaan
mengandung unsur dugaan/pemikiran namun harus didasarkan pada suatu
standard yang terukur. Perencanaan adalah sebagai tahap persiapan /
tindakan pendahuluan untuk melaksanakan kegiatan dengan memperhatikan
penyimpangan yang mungkin terjadi.
2.4. Fungsi Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi (Production Planning) adalah salah satu dari
berbagai macam bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas
proses produksi yang akan dilaksanakan dalam usaha mencapai tujuan yang
diinginkan perusahaan. Perencanaan produksi sangat erat kaitannya dengan
pengendalian persediaan sehingga sebagian besar perusahaan manufacture
menempatkan fungsi perencanaan dan pengendalian persediaan dalam satu
kesatuan.
Ditinjau dari bentuk industri, perencanaan produksi suatu
perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya terdapat perbedaan.
Banyak hal yang menyebabkan perbedaan tersebut, bahkan pada perusahaan
yang sejenis. Tujuan produksi bagi perusahaan adalah barang dengan
spesifikasi tertentu memenuhi permintaan pelanggan. Tujuan tersebut
dituangkan dalam Order Confirmation yang dibuat oleh bagian penjualan.
Dengan demikian dapat disimpulkan tujuan produksi sepenuhnya dirumuskan
oleh sales department, berdasarkan order yang telah diterima. Karena
tujuan produksi dirumuskan berdasarkan order yang telah diterima maka
dalam fungsi perencanan produksi pengaruh forecasting pada sistem
perencanaan produksi dapat dikatakan tidak signifikan. Untuk mencapai
tujuan, khususnya dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan
perusahaan perlu menyediakan fasilitas komunikasi dan sistem informasi
yang mendukung sistem pengolahan data terdistribusi. Program aplikasi
database management system yang terintegrasi dengan sistem lainnya di
lingkungan perusahaan sehinngga bagian perencanaan produksi dan
pengendalian persediaan memiliki sarana yang cukup handal yang dapat
memberikan informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang relatif singkat.
Bagian perencanaan dengan mudah dapat mengumpulkan informasi yang
diperlukan dalam menyusun perencanaan produksi.
Agar masing-masing fungsi yang terdapat dalam Sistem
perencanaan dan bagian terkait dengan sistem perencanaan produksi dapat
menjalankan kerja dan tanggungjawabnya sesuai dengan sistem, maka
setiap personal disyaratkan mengenal sistem akuntansi komputer dan
procedure yang diterapkan. Dengan demikian efektifitas kerja dapat
ditingkatkan. Dalam usaha mencapai tujuan perencanaan produksi terdapat
berbagai macam permasalahan sesuai dengan proses yang akan dilaksanakan,
kemudian dirumuskan bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan secara
efektif dan efisien serta bagaimana cara pengendaliannya. Keberhasilan
dalam membuat perencanaan produksi dan pencapaiannya tidak hanya
tergantung pada organisasi bagian perencanaan itu sendiri, melainkan
sangat tergantung pada struktur organisasi secara keseluruhan dan sistem
yang diterapkan.
Kegagalan dapat terjadi akibat kesalahan dalam penggunaan
sistem informasi tidak efektif, bahkan sering terjadi kesalahan dalam
pengambilan keputusan akibat tidak memahami informasi yang ditampilkan
oleh sistem informasi yang tersedia. Manajer bagian prencanaan mutlak
harus memahami sistem informasi yang digunakan, karena sistem informasi
yang digunakan adalah berbasis komputer maka manajer bagian perencanaan
produksi dan pengendalian persediaan serta bagian yang terkait langsung
dengan bagian tersebut harus memahami dan mengerti sistem komputer yang
digunakan. Jika tidak maka terbuka peluang untuk mengambil
keputusan-keputusan yang keliru. Kelancaran proses produksi ditentukan
oleh tingkat kematangan penjadwalan produksi. Dalam menyusun perencanaan
harus memperhatikan berbagai element dari berbagai bagian sehingga
sangat memerlukan sistem yang terintegrasi dan harus didukung dengan
fasilitas yang memadai. Perencanaan produksi dituntut harus lebih
besifat (sales oriented) namun di sisi lain tanpa mengabaikan efisiensi
dan kelancaran proses produksi. Kemampuan sumber daya manusia sangat
tergantung pada sistem yang diterapkan. Tidak jarang orang yang mampu
tidak dapat berbuat karena terikat oleh sistem dan fasilitas yang
tersedia. Pembagian tugas dan tanggung jawab harus jelas dan dilakukan
pengukuran efektifitas kerja. (Standard operational process) dan
(Standard Instruction Process) harus dipahami oleh bagian operasional
dan juga bagian perencanaan.
Perencanaan produksi sangat tergantung pada kapasitas, jenis
perusahaan, sumberdaya dan jenis produksi yang dikerjakan. Berdasarkan
hal tersebut perusahaan yang mengerjakan order yang terputus-pustus
berdasarkan permintaan pelanggan yang pemenuhannya pada waktu yang akan
datang, tingkat kesulitan dalam menyusun perencanaan jauh lebih sulit
dibanding perusahaan yang mengerjakan produksi continue. Pengukuran
keberhasilan perencanaan tidak tepat untuk dibandingkan dengan
perusahaan lain karena perbedaan kelengkapan, kapasitas dan sumberdaya
apalagi dibanding dengan perusahaan lain yang tidak sejenis
Faktor penting dalam melakukan pengukuran adalah standar
produksi meliputi waktu, mutu, jumlah yang dapat dihasilkan berdasarkan
penelitian yang dilakukan pada jangka waktu tertentu di perusahaan ini.
Pengukuran perlu dilakukan secara terus-menerus sehingga keputusan yang
diambil untuk pengembangan jangka panjang mempunyai dasar yang
objectif.
2.4. Fungsi pengendalian persediaan
Persediaan adalah barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual
(barang jadi) atau barang dalam process produksi atau barang yang
menunggu penggunaannya dalam process produksi (bahan baku). Fungsi
dasar pengendalian persediaan baik bahan baku, barang dalam proses
maupun barang jadi banyak sekali. Fungsi tersebut meliputi proses
berurutan mulai dari timbulnya kebutuhan, pembelian, pengolahan,
delivery. Permasalahan utama persediaan yang timbul yaitu bagaimana
fungsi tersebut dapat mengatur persediaan sehingga setiap permintaan
dapat dilayani akan tetapi biaya persediaan harus minimum. Bila
persediaan cukup banyak, permintaan dapat segera dilayani akan tetapi
menyebabkan biaya penyimpanan barang tersebut akan menjadi sangat mahal.
Dengan memperhatikan hal tersebut diambil keputusan untuk menentukan
nilai persediaan. Menentukan nilai persediaan sangat tergantung kepada
jenis perusahaan, modal kerja dan omzet perusahaan serta lead time untuk
mendapatkan barang tersebut. Fungsi pengendalian persediaan adalah
bagian dari fungsi perencanaan produksi yang bertanggung jawab atas
tersedianya material produksi dan material pembantu agar proses
produksi dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
Fungsi perencanaan produksi yang bertanggung jawab atas tersedianya
material produksi dan material pembantu agar proses produksi dapat
berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Keperluan meminimumkan
persediaan berhubungan dengan besarnya biaya yang diperlukan oleh
persediaan yaitu :
A. Biaya Pembelian.
Yang dimaksud biaya pembelian dalam hal ini adalah biaya pembelian bahan
baku untuk produksi. Pembelian skala besar dapat mengurangi biaya
pembelian dengan adanya potongan harga (quantity discount) yang
diberikan Supplier dengan konsekwensi biaya transportasi yang ditanggung
Supplier relative lebih murah karena pengangkutan barang dilakukan
tidak terlalu sering, namun perlu diperhitungkan apakah potongan harga
tersebut lebih kecil dari biaya penyimpanan. Disamping itu jumlah
persediaan yang cukup dapat mempercepat delivery sehingga tidak
menimbulkan kekecewaan pelanggan. Karena jenis perusahaan memproduksi
suatu barang sesuai permintaan pelanggan dimana permintaan tersebut akan
dipenuhi pada waktu yang akan datang, cara pembelian tersebut tidak
menguntungkan karena penyimpanan barang tersebut membutuhkan ruang yang
luas dan waktu penyimpanan yang relative lama.
B. Biaya penyimpanan
Biaya penyimpanan meliputi biaya penyediaan ruang yang diperlukan
untuk menampung barang tersebut, biaya perawatan atas resiko kerusakan,
serta biaya tenaga kerja yang diperlukan untuk merawat dan mengamankan
barang tersebut dari segala macam bentuk gangguan.
Selain itu biaya penyimpanan juga berkaitan dengan biaya bunga dimana
semakin besar dana yang dialokasikan pada persediaan akan mengakibatkan
alokasi akan investasi yang lain akan terhambat atau dilakukan
dengan suntikan dana dari kreditur dalam hal ini adalah Bank.
Sesuai dengan sifat perusahaan yang memenuhi permintaan pelanggan pada
waktu yang akan datang maka persediaan bahan baku dasar, tinta spesial
yang tidak diperuntukan untuk order produksi tertentu (bebas) adalah
nol.
Source: http://harjo820.blogspot.co.id/2014/04/makalah-perencanaan-produksi-pasti.html
di copy dari http://harjo820.blogspot.com jika anda ingin mengcopy jangan lupa cantumkan sumbernya
Source: http://harjo820.blogspot.co.id/2014/04/makalah-perencanaan-produksi-pasti.html
di copy dari http://harjo820.blogspot.com jika anda ingin mengcopy jangan lupa cantumkan sumbernya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar